Sultraonline.id, KENDARI — Bunda Literasi Sulawesi Tenggara (Sultra) Arinta Andi Sumangerukka mengajak orang tua meluangkan waktu untuk membaca bersama anak setiap hari dan mendampingi mereka menilai kebenaran informasi di ruang digital. Ajakan itu ia sampaikan pada pembukaan Festival Literasi Sultra 2026 di Kendari, Selasa (3/11/2026).
Menurut Arinta, kebiasaan membaca dapat tumbuh dari kegiatan sederhana di rumah. Orang tua dapat memulainya dengan membaca bersama anak selama 10 hingga 14 menit setiap hari, lalu mengajak mereka membicarakan isi bacaan.
Pendampingan serupa juga diperlukan saat anak menggunakan perangkat digital. Arinta mengingatkan, kemudahan mengakses informasi perlu diimbangi dengan kemampuan memahami isi pesan dan memeriksa kebenarannya. Untuk itu, orang tua juga perlu memahami teknologi yang digunakan anak.
“Literasi adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Arinta.
Ia mengajak keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah mengambil peran dalam menumbuhkan budaya baca. Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis menjadi bekal bagi anak untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Festival bertema “Literasi Kuat, Sultra Berkarya, Sejahtera Bersama” ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra pada 3–5 November 2026.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra Usnia mengatakan, festival ini menargetkan sekitar 400 peserta. Selama tiga hari, pelajar, penulis, pegiat literasi, akademisi, dan masyarakat dapat mengikuti gelar wicara, bedah buku, pameran, serta berbagai lomba.
Lomba bagi peserta jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK/MA meliputi mewarnai, ranking satu, menulis dan membaca puisi, serta bertutur. Panitia juga menggelar dua sesi bedah buku yang membahas karya sastra daerah dan buku Janda Itu Ibuku karya Maman Suherman.
Selain buku dan produk UMKM, pameran menampilkan produk masyarakat penerima manfaat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Kabupaten Buton, Kolaka Utara, Muna, Konawe Selatan, dan Kota Kendari. Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat hasil karya masyarakat yang memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar dan berkarya.















































