Sultraonline.id, Buton – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sultra memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi di Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 12 Buton, Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Selasa (22/9/2026), dan SMA Negeri 1 Lapandewa, Desa Lapandewa Jaya, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan, Kamis (24/9/2026).
Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya anak usia sekolah dan remaja.
Penguatan kesehatan sejak usia sekolah juga diarahkan untuk mendukung kebijakan prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di bidang kesehatan, termasuk pencegahan masalah gizi dan stunting secara berkelanjutan.
Melalui Aksi Bergizi, pelayanan tidak hanya diberikan dalam bentuk edukasi, tetapi juga melalui pemeriksaan kesehatan, skrining anemia, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), intervensi gizi serta penguatan lingkungan sekolah sehat. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini dan memperkuat upaya pencegahan stunting dalam jangka panjang.
Di SMA Negeri 12 Buton, Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Pemerintah Provinsi Sultra bersama Pemerintah Kabupaten Buton melaksanakan rangkaian pelayanan kesehatan yang menyasar pelajar, khususnya remaja putri.
Sebanyak 200 remaja putri dari SMA Negeri 12 Buton dan SMP Negeri 10 Lasalimu Selatan mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD). Pelayanan juga mencakup skrining anemia bagi remaja putri SMA Negeri 12 Buton, Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah dan CKG umum, serta penandatanganan MoU Sekolah Sehat.
Selain itu, diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada dua ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan tiga balita gizi.
Sementara di SMA Negeri 1 Lapandewa, Desa Lapandewa Jaya, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan, penguatan pelayanan kesehatan dilanjutkan melalui Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi.
Sebanyak 113 siswi menerima Tablet Tambah Darah (TTD). Pelayanan juga mencakup Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah dan edukasi kesehatan. Selain pelayanan bagi peserta didik, diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada dua ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan satu balita stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra,
dr. Andi Edy Surahmat, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan intervensi berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi gizi dan pembiasaan perilaku hidup sehat sejak usia sekolah.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Sijatiku, SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa berdasarkan data Sigizikesga/e-PPGBM dan data riil puskesmas hingga Juli 2026, angka stunting Kabupaten Buton Selatan tercatat 18,2 persen. Di wilayah kerja Puskesmas Lapandewa mencatat angka 28,7 persen.
Menurut Sijatiku, data tersebut menjadi dasar dalam memperkuat intervensi kesehatan, termasuk melalui edukasi sejak remaja, pemberian TTD, pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, serta pembiasaan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Angka stunting perlu dibaca berdasarkan sumber dan metode pengukurannya. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan data Sigizikesga/e-PPGBM karena terdapat perbedaan sumber, metode, dan waktu pengukuran.
Melalui Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mendorong pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan, tetapi juga pada pencegahan dan pembentukan perilaku sehat sejak usia sekolah sebagai bagian dari upaya mencegah anemia dan stunting di masa mendatang.















































