Sultraonline.id, Kendari — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. Muhammad Fadlansyah, M.Si., menegaskan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan seleksi jabatan Sekda Sultra definitif.
Fadlansyah memastikan proses seleksi berlangsung transparan dan seluruh calon mendapatkan perlakuan yang sama sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, tiga kandidat yang masuk dalam bursa calon Sekda Sultra memiliki peluang yang sama. Saat ini, proses seleksi tengah memasuki tahapan pertimbangan teknis sebelum nantinya diusulkan kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
“Ketiga calon peluangnya sama. Tidak ada intervensi apa pun. Pak Gubernur murni dan tidak ada atensi khusus. Semua perlakuan sama dan dikembalikan sesuai mekanismenya,” ujar Fadlansyah.
Sebagai salah satu kandidat, Fadlansyah menyatakan siap mendukung Gubernur Sultra dalam merealisasikan sejumlah program strategis pemerintah daerah.
Ia menyebut terdapat empat sektor utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta ketahanan pangan berbasis agromaritim.
Selain program tersebut, Fadlansyah juga menyoroti pentingnya penertiban dan penataan aset milik daerah. Menurutnya, optimalisasi pengelolaan aset dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara terkait pengelolaan aparatur sipil negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu, Pemprov Sultra saat ini tengah melakukan proses verifikasi dan evaluasi.
Evaluasi tersebut dilakukan menjelang berakhirnya masa kontrak P3K paruh waktu pada 1 Oktober 2026.
“Untuk P3K paruh waktu tetap kita anggarkan, tetapi kita tunggu hasil verifikasi. Kalau yang rajin dan kinerjanya bagus tentu diperpanjang, tetapi kalau yang tidak aktif tentu kita evaluasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses evaluasi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan tenaga P3K paruh waktu tetap mempertimbangkan kinerja dan kebutuhan pemerintah daerah.

















































