Debut di Samurai Open se-Sulawesi, Dojo Shorinji Kempo SMAN 7 Kendari Borong 3 Emas 5 Perak 6 Perunggu

Sultraonline.id, Gorontalo – Dojo Shorinji Kempo SMAN 7 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menorehkan prestasi membanggakan di ajang Kejuaraan Shorinji Kempo Antar Dojo ‘Samurai Open’ se-Sulawesi yang berlangsung di Gorontalo, 30 Juli – 1 Agustus 2026.

Pada debut pertamanya di kejuaraan tahunan tersebut, kontingen Dojo SMAN 7 Kendari berhasil membawa pulang total 14 medali. Rinciannya, 3 medali emas, 5 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Tiga medali emas disumbangkan oleh Muhammad Ibrahim dari nomor Randori Junior kelas 45 kg putra, Ahmad Zaharan Arif Marhanusin di nomor Randori kelas 50 kg remaja putra, dan Muhammad Yahya di nomor Embu Tandoku Junior putra.

Sementara lima medali perak diraih oleh Rany Oktaviany di Randori putri remaja kelas 60 kg, Fausia Randori remaja kelas 40 kg putri, Muhammad Yahya Randori kelas 40 kg junior putra, Fachri Zhafran Latuharhary Randori kelas 45 kg putra junior, dan Muh Abdul Rosid Saputra di Tandoku junior.

Enam medali perunggu masing-masing diraih Putri Dewi Lestari Randori kelas 40 kg putri remaja, Jabbar Bimo Zulbaq Randori kelas 50 kg putra remaja, Muh Fauzan Pratama Randori kelas 75 kg ke atas, Nurazizah Randori putri remaja kelas 50 kg, Ahmad Zahran Arif Marhanusin Embu Tandoku remaja putra, dan Muh Axel Saputra Randori kelas 50 kg putra dewasa.

Secara keseluruhan, Dojo SMAN 7 Kendari memberangkatkan 12 kenshi untuk bertanding. Selain nomor randori, tim juga menurunkan wakil di kelas Embu Tandoku putra junior atas nama Muhammad Yahya dan Muh Abdul Rosid Saputra.

Pelatih Dojo SMAN 7 Kendari, Jusman, mengaku bangga dan puas dengan capaian anak didiknya. Apalagi ini merupakan kali pertama timnya mengikuti kejuaraan ‘Samurai Open’.

“Alhamdulillah hasilnya di luar ekspektasi. Ini baru pertama kali ikut, langsung bisa raih 3 emas,” ujar Jusman.

Ia menyebut perjuangan tim tidak mudah. Untuk menuju Gorontalo, kontingen memilih jalur darat menggunakan kendaraan roda empat selama 2 malam 3 hari dari Kendari. Keputusan itu diambil karena menyesuaikan dengan kemampuan anggaran tim.

“Ini jadi obat lelah. Semoga capaian ini jadi motivasi bagi anak-anak baru agar lebih semangat latihan. Dan agar Kempo di Sultra bisa lebih berkembang dengan mengikuti event-event dari junior sampai dewasa,” katanya.

Menurut Jusman, prestasi tidak datang secara instan. Dibutuhkan proses panjang dan kerja keras. Ia berharap ke depan pembinaan Shorinji Kempo di Sultra terus mendapat dukungan agar atlet dapat terus mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles