Sultraonline.id, KENDARI — Semarak Dies Natalis ke-45 Universitas Halu Oleo (UHO) semakin terasa. Beragam kegiatan disiapkan untuk menyambut momentum istimewa tersebut, salah satunya turnamen catur berskala nasional yang akan digelar pada 24–26 September 2026.
Tak sekadar menjadi ajang adu kemampuan di atas papan catur, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kompetisi sekaligus sarana mengasah kemampuan berpikir, strategi, konsentrasi, dan ketepatan dalam mengambil keputusan.
Ketua Panitia Dies Natalis UHO ke-45, Dr. Herman, mengatakan, catur dipilih sebagai salah satu agenda nasional karena olahraga tersebut memiliki basis peminat yang cukup besar, baik di kalangan masyarakat maupun mahasiswa.
“Penjajakan yang dilakukan panitia menunjukkan antusiasme yang cukup besar terhadap pelaksanaan turnamen catur,” ujar Herman, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, catur memiliki keunikan tersendiri karena menggabungkan unsur olahraga dan kemampuan intelektual. Setiap langkah membutuhkan ketenangan, perhitungan matang, penyusunan strategi, serta kemampuan membaca berbagai kemungkinan yang akan terjadi.
“Kalau kita ingin memperbaiki kebugaran tubuh, kita bisa melakukan olahraga seperti gym. Tetapi kalau kita ingin melatih kemampuan berpikir, salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah bermain catur,” jelasnya.
Hadiah hingga Rp15 Juta
Dari sisi kompetisi, turnamen catur nasional ini semakin menarik dengan dukungan kerja sama bersama Pengurus Provinsi Percasi Sulawesi Tenggara.
Panitia menyiapkan hadiah dan uang pembinaan bagi para peserta berprestasi. Juara pertama diproyeksikan mendapatkan uang pembinaan sekitar Rp15 juta.
Menariknya, penghargaan tidak hanya diberikan kepada para peserta yang berhasil menembus posisi empat besar. Panitia juga menyiapkan penghargaan hingga peringkat 20, sehingga peluang peserta untuk membawa pulang apresiasi semakin terbuka.
Turnamen tersebut akan mempertandingkan dua kategori, yakni kategori umum serta kategori mahasiswa dan pelajar. Dengan pembagian kategori tersebut, kompetisi diharapkan dapat menjadi wadah bagi pecatur dari berbagai kalangan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Perkuat Kebersamaan Warga Kampus
Lebih dari sekadar kompetisi, pelaksanaan turnamen catur menjadi bagian dari semangat Dies Natalis UHO ke-45 dalam membangun kebersamaan di lingkungan perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan olahraga diharapkan mampu mempertemukan dosen, mahasiswa, pejabat, tenaga kependidikan, serta seluruh warga kampus dalam suasana yang santai, penuh kegembiraan, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarsivitas akademika tanpa sekat jabatan maupun perbedaan.
“Semangat yang ingin kita hadirkan melalui tagline UHO Periang Gembira adalah kebersamaan, kekeluargaan, sportivitas, dan persatuan untuk kemajuan UHO,” pungkas Herman.
Melalui turnamen catur nasional ini, Dies Natalis ke-45 UHO tidak hanya dirayakan sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kompetisi yang sehat, mengembangkan potensi generasi muda, sekaligus mempererat persaudaraan.
Dengan menggabungkan olahraga, kecerdasan, dan kebersamaan, UHO ingin menghadirkan perayaan Dies Natalis yang bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta serta masyarakat.





















































