Sultraonline.id, Bombana – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sultra mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting dengan menggelar Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi di SMA Negeri 07 Bombana, Desa Waemputang, Kecamatan Poleang Selatan, Selasa (21/7/2026). Kecamatan ini dipilih karena menjadi wilayah dengan angka stunting tertinggi di Kabupaten Bombana.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan Menteri Kesehatan tentang Pelaksanaan Aksi Bergizi.
Menurutnya, program Aksi Bergizi difokuskan pada tiga kegiatan utama, yakni konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri usia 12–18 tahun, sarapan sehat, dan aktivitas fisik selama 30 menit.
“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membangun kebiasaan hidup sehat yang akan menjadi bekal sepanjang hayat,” ujar Andi Edy.
Ia menegaskan, pembangunan kesehatan merupakan investasi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Namun, tantangan masih besar karena masih ditemukan balita gizi kurang, gizi buruk, hingga ibu hamil dengan masalah gizi yang berisiko melahirkan anak stunting.
Data Sigizikesga (e-PPGBM) hingga Mei 2026 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Bombana mencapai 27,75 persen, tertinggi kedua di Sulawesi Tenggara setelah Kabupaten Buton Selatan. Sementara berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi balita pendek dan sangat pendek di Bombana berada di angka 24,7 persen.
Kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi di Kecamatan Poleang Selatan dengan prevalensi stunting mencapai 55,53 persen, sehingga menjadi prioritas pelaksanaan intervensi pemerintah.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sultra bersama Pemerintah Kabupaten Bombana melaksanakan berbagai program, mulai dari penyuluhan gizi seimbang, senam bersama, pemberian Tablet Tambah Darah kepada 100 siswi, Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah, penandatanganan komitmen Gerakan Sekolah Sehat, hingga penyaluran makanan tambahan bagi balita bergizi kurang dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Andi Edy menegaskan, percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, keluarga, hingga masyarakat.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang, imunisasi lengkap, pemantauan pertumbuhan secara rutin di Posyandu, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sementara kepada para remaja, khususnya siswi, ia mengajak agar rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah, berolahraga, dan menjaga pola makan bergizi.
Melalui sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap angka stunting di Bombana terus menurun sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, unggul, dan bebas stunting.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bombana Burhanuddin, unsur Forkopimda Kabupaten Bombana, Ketua TP-PKK Kabupaten Bombana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, serta pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.

















































