Libatkan Remaja Jadi Agen Perubahan, Pemkot Kendari Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting

Sultraonline.id, Kendari – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar kegiatan Sosialisasi Peran Remaja dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting yang dibuka resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, STP., SH., M.Si., didampingi Kepala Dinas PPPA, Fitriani Sinapoy, pada hari Kamis (9/7/2026).

Dalam sambutannya, Sekda Amir Hasan menegaskan bahwa penanganan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan pengurangan pengangguran menjadi fokus prioritas kebijakan pembangunan Pemkot Kendari pada tahun anggaran 2026. Ia menjelaskan bahwa dampak stunting sangat kompleks karena mengganggu perkembangan kognitif, motorik, hingga meningkatkan risiko kesehatan di masa depan.

“Penanganan stunting memerlukan kerja sama lintas sektor secara gotong royong. Remaja merupakan kelompok usia strategis untuk memutus mata rantai ini. Stunting adalah sebuah siklus; jika calon ibu mengalami malnutrisi sejak remaja, potensi melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebagai pemicu utama stunting akan meningkat,” jelas Sekda Amir Hasan.

Sekda Amir Hasan juga mengapresiasi metode edukasi sebaya (peer education) yang dinilai efektif bagi generasi muda. Ia berharap melalui sosialisasi ini, para remaja putri lebih disiplin menjaga pemenuhan nutrisi sebagai persiapan matang sebelum memasuki fase berkeluarga demi melahirkan generasi emas bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPA Kota Kendari, Fitriani Sinapoy, menjelaskan bahwa agenda ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Kendari Nomor 467 Tahun 2026. Target utamanya adalah menekan prevalensi stunting secara komprehensif dengan meningkatkan kesadaran remaja mengenai dampak pernikahan dini serta pentingnya gizi seimbang.

“Mengingat angka pernikahan usia anak di Kota Kendari masih cukup signifikan, intervensi edukasi ini krusial agar para remaja memahami mitigasi risiko stunting sejak dini,” ujar Fitriani.

Kegiatan ini diikuti oleh 76 peserta yang terdiri atas 65 delegasi remaja kelurahan se-Kota Kendari, 9 perwakilan Forum Anak, serta kelompok penyandang disabilitas. Mereka diproyeksikan mampu bertindak sebagai agen perubahan (agent of change) di lingkungan masing-masing.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi inti bertajuk “Edukasi Gizi dan Kesehatan Reproduksi: Langkah Remaja dalam Mencegah Stunting” oleh narasumber ahli, dr. Hasmirah, M.Kes.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles