PKM Kemendiktisaintek Dorong Produktivitas Nilam Muna Barat Lewat Alat Penyulingan Modern

SultraOnline.id, Muna Barat – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat PKM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2026 berhasil melaksanakan kegiatan “Penerapan Teknologi Tepat Guna Alat Penyulingan Minyak Nilam untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Kelompok Tani Wanse Kelurahan Konawe Kabupaten Muna Barat”. Kegiatan berlangsung 5–7 Juni 2026 dan disambut antusias warga setempat.

Program PKM diketuai Dr. Irnawati, S.Si., M.Sc., dengan anggota Dr. Sahrina Safiuddin, S.H., LL.M dan La Hasanudin, S.St., M.Eng. Tiga mahasiswa Yunita, Azika Noor Faizah, dan La Ode Irawan juga dilibatkan sebagai implementasi pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat.

Kegiatan dilatarbelakangi potensi tanaman nilam besar di Kelurahan Konawe. Namun pengolahan masih pakai peralatan sederhana sehingga produktivitas dan kualitas minyak belum optimal. Karena itu tim menyediakan alat penyulingan modern agar efisiensi produksi naik dan petani dapat nilai tambah.

“Program ini tidak hanya fokus pada teknologi, tapi juga peningkatan kapasitas SDM dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Kami berharap teknologi ini membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus buka peluang usaha baru lewat produk turunan. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat meningkat berkelanjutan,” ujar Ketua Tim PKM, Dr. Irnawati.

Kegiatan fokus pada 3 program. Pertama, instalasi alat penyulingan minyak nilam dan uji coba operasional. Tim pasang alat sekaligus dampingi teknis cara operasi, perawatan, dan pemeliharaan agar alat dipakai optimal berkelanjutan.

Kedua, pelatihan pembuatan produk turunan minyak nilam berupa cairan humidifier aromaterapi. Tujuannya tingkatkan nilai ekonomi lewat diversifikasi produk. Peserta belajar formulasi, proses pembuatan, pengemasan, hingga strategi pemasaran aromaterapi yang punya potensi pasar menjanjikan.

Ketiga, peningkatan kapasitas SDM dan penguatan manajemen usaha. Materi meliputi pengelolaan usaha kelompok, pencatatan keuangan sederhana, strategi pemasaran, serta pengembangan jejaring usaha. Harapannya kelompok tani kelola usaha lebih profesional dan berorientasi keberlanjutan.

Ketua Kelompok Tani Wanse apresiasi program ini. “Selama ini kami hadapi kendala proses penyulingan minyak nilam. Dengan alat baru dan pelatihan, kami lebih optimis tingkatkan kualitas produk dan perluas pemasaran,” ungkapnya.

Melalui PKM 2026 ini, Kelompok Tani Wanse diharapkan jadi usaha mandiri, produktif, dan hasilkan produk minyak nilam berdaya saing tinggi. Program juga wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dukung pemberdayaan masyarakat dan ekonomi lokal berbasis SDA daerah.

Tim PKM berharap kolaborasi akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah berlanjut untuk dorong industri minyak nilam berkelanjutan dan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat Muna Barat.

.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles