Sultraonline.id, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, secara resmi mengumumkan hasil seleksi jabatan Eselon III dan IV dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Rabu (8/4/2026).
Pengumuman yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra dilakukan secara transparan dan berbasis sistem meritokrasi.
Diketahui, proses seleksi berlangsung selama kurang lebih satu pekan, dimulai sejak 30 Maret hingga awal April 2026. Setelah seluruh tahapan rampung, hasilnya langsung diumumkan kepada seluruh peserta untuk memastikan keterbukaan informasi.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan bahwa seleksi ini tidak lagi menggunakan pola lama yang bersifat subjektif, melainkan berfokus pada kompetensi, integritas, serta kapasitas individu. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional dan berorientasi pada kinerja.
“Ini bagian dari cara kita memilih aparatur dengan sistem meritokrasi, yakni mencari orang yang punya kemauan dan kemampuan. Kita ingin memastikan bahwa orang yang menempati jabatan adalah yang paling layak dan mampu menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.

Dalam pengumuman tersebut, hasil seleksi dibagi menjadi dua kategori, yakni “lolos” dan “lulus”. Kategori lolos diperuntukkan bagi peserta yang memenuhi seluruh kualifikasi dan akan langsung mengisi jabatan yang tersedia, terdiri dari 27 posisi Eselon III dan 24 posisi Eselon IV .
Sementara itu, kategori lulus diberikan kepada peserta yang memiliki potensi dan kompetensi yang baik namun belum ditempatkan. Mereka akan dihimpun dalam sebuah Bank Data atau daftar tunggu (waiting list) sebagai cadangan untuk mengisi jabatan yang kosong di masa mendatang . Kebijakan ini dinilai sebagai langkah reformasi tata kelola kepegawaian yang lebih terstruktur dan terukur.
“Sebelumnya pengisian jabatan sering dilakukan secara situasional tanpa basis data yang jelas. Sekarang dengan adanya bank data, ketika ada lowongan, kita tinggal merujuk pada calon yang sudah teruji kompetensinya. Jadi tidak ada lagi pengisian jabatan secara asal atau berdasarkan kedekatan,” tambahnya.
Gubernur juga berharap, dengan penerapan sistem meritokrasi yang ketat ini, kualitas layanan publik dan kinerja pemerintahan di Sultra dapat meningkat secara signifikan. Pejabat yang terpilih diharapkan dapat bekerja maksimal, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan pengumuman yang transparan ini, Pemprov Sultra ingin menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berkelanjutan.












































