Pemprov Sultra Tingkatkan Intervensi Stunting demi Percepatan Penurunan Kasus

Sultraonline.id, Kendari — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui penguatan intervensi spesifik penanganan stunting yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sultra, Dr. Ir. Hugua, M.Ling, saat membuka secara resmi dan memberikan arahan pada pertemuan evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik stunting tingkat Provinsi Sultra tahun 2026 yang dihadiri Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Sultra, di Hotel Claro Kendari, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, penanganan stunting merupakan amanat konstitusi yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia, sehingga pendekatannya harus menyentuh aspek mendasar kehidupan masyarakat.

ā€œStunting ini berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi sejak dini. Kualitas manusia sangat ditentukan oleh asupan zat gizi esensial dalam tubuh. Kalau ini tidak terpenuhi, maka akan berdampak pada kemampuan fisik, mental, hingga produktivitas ke depan,ā€ ujar Hugua.

Dengan prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara yang masih berada di kisaran 26,1 persen, daerah ini ditargetkan menurunkan angka tersebut secara signifikan. Untuk itu diperlukan kerja keras serta sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar posisi Sultra minimal dapat mencapai rata-rata nasional. Pemerintah daerah juga berkomitmen menggenjot penurunan prevalensi stunting hingga sekitar 5 persen.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah memperkuat dua pendekatan utama, yakni promosi melalui edukasi pola makan bergizi seimbang bagi ibu hamil, balita, dan keluarga, serta kuratif melalui layanan pengobatan bagi kasus stunting akibat faktor kesehatan, termasuk penyakit penyerta yang menghambat penyerapan gizi pada anak.

Selain itu, Pemprov Sultra juga
menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas wilayah dalam pelaksanaan program. Perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dilakukan secara bersama antara provinsi dan kabupaten/kota agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola program, evaluasi akan dilakukan secara berkala sepanjang tahun, baik pada pertengahan maupun akhir tahun sebagai dasar perbaikan dan penyusunan strategi ke depan.

Pendekatan perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan budaya juga menjadi perhatian, mengingat kebiasaan sehari-hari sangat memengaruhi keberhasilan intervensi stunting, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang lebih efektif dan menyentuh aspek sosial masyarakat.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles